Rumah Museum Le Mayeur Sanur Bali

Perjalanan panjang harus dilalui oleh Adrien-Jean Le Mayeur untuk menjadi pelukis yang dikenal di dunia, khususnya di Bali dan berkat keindahan karyanya, pemerintah Indonesia, mengusulkan agar Le Mayeur mengubah rumahnya menjadi Museum Le Mayeur Sanur Bali. Simak cerita selengkapnya di bawah ini:

Museum Le Mayeur

Foto Museum Le Mayeur | Sumber Gambar: instagram.com/ @yully_yully

Sejarah Museum Le Mayeur

Bila berbicara mengenai Museum Le Mayeur yang berada di Sanur, Bali, maka Anda akan mengingat dengan baik Adrien-Jean Le Mayeur de Merpres yang mana merupakan pelukis asal Belgia, yang tiba dan menetap di Denpasar Bali. Le Mayeur datang pertama kali tahun 1932, di Singaraja, Bali. Pada saat berpetulangan di banjar Kelandis, Denpasar, beliau bertemu dan berkenalan dengan salah seorang penari Legong yakni Ni Nyoman Pollok yang baru berusia 15 tahun yang selanjutnya menjadi model lukisan beliau. Karya lukis Le Mayeur yang memakai Ni Pollok sebagai modelnya telah dipamerkan hingga ke Singapura untuk pertama kali tahun 1933, yang membawa kesuksesan dan ketenarang bagi beliau, pulang dari Singapura, Le Mayeur membeli lahan di Pantai Sanur lalu membangun rumah dan di rumah tersebut beliau bekerja bersama Ni Pollok setiap hari.

Tahun 1956, Bahder Djohan yang merupakan Menteri Pendidikan Nasional RI saat itu, datang berkunjung ke kediaman Le Mayeur dan Ni Pollok, beliau amat sangat terpesona dan terkesan dengan karya lukis dari Le Mayeur dan kemudian memberikan gagasan kepada pasangan tersebut untuk menjaga dan melestarikan rumah mereka beserta isinya sebagai sebuah museum.

Dengan penuh pertimbangan, pada akhirnya, Le Mayeur menyetujui gagasan tersebut dan sejak saat itulah, beliau bekerja dengan lebih giat untuk menambah jumlah koleksi lukisan dan meningkatkan kualitas karyanya.

Tanggal 28 Agustus 1957 dipilih sebagai tanggal ditandatanganinya testamen yang berisi jika Le Mayeur mewariskan seluruh harta kekayaannya termasuk rumah, tanah serta isinya pada Ni Pollok sebagai hadiah dan disaat yang bersamaan, Ni Pollok memindahakan semua harta warisannya kepada Pemerintah Indoensia untuk nantinya digunakan sebagai sebuah museum.

Baca juga : Hotel dekat Pantai Sanur Bali

Karya lukis

Museum Le Mayeur Sanur Bali memiliki sekitar 88 buah karya lukis yang dibuat oleh Le Mayeur dan umumnya lukisan-lukisan tersebut berciri impresionis, dengan kurun waktu pembuatan sejak tahun 1921-1957. Dan yang paling unik, tidak semua lukisan dibuat di atas kanvas, beberapa lukisan dibuat di tripleks, hardboard, kertas, kain goni serta bagor.

Lukisan Le Mayeur

Foto Lukisan di Museum Le Mayeur | Sumber Gambar: instagram.com/ @tuguhotels

Lokasi

Museum ini berada di kawasan wisata Pantai Sanur, Denpasar, Pulau Bali. Bila berjalan melalui pusat kota Denpasar, maka Anda bisa menempuhnya dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum menuju Pantai Sanur yang bisa diakses dari terminal Kreneng. Museum ini buka sejak pukul 8 pagi hingga 3 sore di hari sabtu-kamis dan tutup lebih cepat di hari jumat, sekitar pukul 12.30 siang.

Le Mayeur Bali

Foto Museum Le Mayeur Bali | Sumber Gambar: instagram.com/ @mim371

Museum Le Mayeur Sanur Bali merupakan salah satu bentuk kecintaan pemerintah Indonesia terhadap seni, hasil lukisan yang dilukis dengan sangat baik oleh pelukis asing yang berasal dari Belgia.

Share