Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Investor Pemula

Tidak hanya investor pemula, rasanya kesalahan umum ini juga masih sering dilakukan oleh beberapa senior di bidang investasi. Tanpa disadari para investor cenderung mengikuti apa yang dikatakan sistem pada perusahaan bukan pada apa yang menjadi pengalaman mereka. Bukankah ungkapan pengalaman adalah guru yang terbaik masih berlaku?

Investasi Online

Apakah Kurang Peduli menjadi Alasan Utamanya?

Jika Anda sudah bersikap cuek atau tidak peduli pada apa yang sedang Anda sendiri lakukan. Bahkan Anda sudah berpikiran jika “yang penting saya begini atau begitu..” menandakan jika Anda adalah orang yang masa bodoh. Namun, jika Anda sudah tidak peduli pada apa yang dilakukan orang lain dan Anda tetap ingin mendahulukan kepentingan Anda ketimbang orang tersebut, berarti Anda adalah orang yang egois! Apakah perbedaannya cukup terasa?

Untuk seorang karyawan, kondisi tersebut mungkin sangat diperhitungkan dalam pertemanan khususnya dapat digunakan sebagai faktor penilaian bagi atasan Anda. Namun, bagaimana dalam kegiatan investasi? Apakah kita harus bersikap peduli atau tidak peduli pada segala instrumen yang terjadi dalam investasi kita? Hal mendasar yang perlu Anda ketahui adalah aktivitas bisnis dan investasi memiliki sifat yang cenderung mirip. Sehingga, perlakuannya pun paling tidak sama.

Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan para investor.

  • Tidak Memilih Jenis Investasi yang Tepat. Apabila di langkah awal saja Anda telah bersikap tidak peduli, khususnya dalam memilih jenis investasi apa yang tepat untuk Anda, maka bukan tidak mungkin akan menjadi penghalang untuk Anda di kemudian hari. Untuk itu, pilihlah jenis investasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Apakah harus melakukan investasi jangka panjang atau investasi jangka pendek?
  • Memulai Investasi dengan Modal yang Besar. Apa yang ada di pikiran Anda saat mulai menanamkan modal pada sebuah investasi? Mengharapkan imbal hasil yang besar? Kemudian, Anda menanam modal setinggi-tingginya dengan harapan akan mendapat hasil yang lebih besar pula. Sayangnya, cara tersebut bukan strategi yang tepat. Anda justru dihadapkan pada kemungkinan risiko yang jauh lebih besar.
  • Rajin Memonitor. Melakukan monitoring atau pengecekan terhadap status investasi Anda maupun pergerakan inflasi memang sangat dianjurkan, sebab Anda akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham. Namun, jangan melakukannya terlalu sering. Sekalipun jenis investasinya adalah investasi online, tetapi sebaiknya Anda mengeceknya sebulan sekali saja. Pasalnya, inflasi sangat mudah berganti akibat beberapa faktor. Takutnya, Anda akan salah langkah dan justru terjebak dalam langkah yang salah.